27.1.15

Kaum yang Ber-perut Gemuk dan Buncit

Dari Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Generasi terbaik adalah generasi di zamanku, kemudian masa setelahnya, kemudian generasi setelahnya. Sesungguhnya pada masa yang akan datang ada kaum yang suka berkhianat dan tidak bisa dipercaya, mereka bersaksi sebelum diminta kesaksiaannya, bernazar tapi tidak melaksanakannya, dan nampak pada mereka kegemukan”. (HR Bukhari 2651 dan Muslim 6638)

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik umatku adalah masyarakat yang aku di utus di tengah mereka (para sahabat), kemudian generasi setelahnya. Kemudian datang kaum yang suka menggemukkan badan, mereka bersaksi sebelum diminta bersaksi.” (HR Muslim 6636 dan Ahmad 7322)

Keterangan al-Qurthubi (w. 671H), sebagaimana diungkap Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina konsultasisyariah.com), ketika menyebutkan hadits di atas, beliau mengatakan, “Hadits ini adalah celaan bagi orang gemuk. Karena gemuk yang bukan bawaan penyebabnya adalah banyak makan, minum, foya-foya, 'santai' dan terlalu mengikuti hawa nafsu. Ia adalah hamba bagi dirinya sendiri dan bukan hamba bagi Tuhannya, orang yang hidupnya seperti ini 'mudah' terjerumus kepada hal yang haram…

Islam tidak Pro-kegemukan

Islam tidak pro-kegemukan bisa dibaca pada hadits yang menerangkan sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Anas Radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah memiliki postur sedang, tidak tinggi ataupun pendek, dan fisiknya bagus. Rambut beliau tidak keriting juga tidak lurus. Warna (kulitnya) kecoklatan, jika beliau berjalan, berjalan dengan tegak”. (al-Mukhtashar hadits no. 2)

Barâ` bin ‘Azib berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah lelaki yang berambut ikal, berpostur sedang, bahunya bidang, berambut lebat sampai cuping telinga dan beliau memakai kain merah. Aku belum pernah melihat orang yang lebih tampan dari beliau”. (al-Mukhtashar hadits no. 3)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keterangan di atas digambarkan memiliki fisik yang bagus, bahunya bidang. Walau boleh jadi tidak sekekar Arnold Schwarzenegger atau Ade Rai, namun sangat mustahil rasanya jika beliau memiliki perut yang buncit, ciri khas yang mengindikasikan penderita kegemukan.


Baca juga:

15.1.15

Awan Cumulonimbus


Al Quran An Nuur (24): 43.
Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.



April 2010, sebuah pesawat maskapai Emirates mendarat darurat di Bandara Internasional Kochi, India, setelah terjun bebas dari ketinggian 18.000 kaki.

Menurut Times of India, penerbangan Emirates bernomor EK530 itu tidak mampu menghindari awan cumulonimbus yang membuatnya mengalami turbulens yang hebat sehingga mengurangi ketinggian terbang pesawat.

Beruntung pesawat masih bisa mendarat, namun pendaratan darurat itu membuat 20 dari 350 penumpang mengalami cedera, sedangkan sang pilot dirawat untuk menyembuhkan traumanya.

Empat tahun kemudian, awan cumulonimbus kembali menjadi perbincangan setelah penerbangan AirAsia QZ8501 jatuh di Selat Karimata gara-gara pesawat berusaha menghindari awan ini.

Awan cumulonimbus yang juga disebut awan hujan dan awan petir, adalah awan raksasa yang tercipta karena ketidakstabilan dalam atmosfer dan menghasilkan badai petir yang berbahaya.

Ini adalah awan tertinggi dan menjadi penghalang terakhir sebelum pesawat menuju ketinggian paling aman. Awan ini juga disebut awan jahat. Atmosfer yang tidak stabil bisa dengan cepat membentuk awan ini dalam hitungan menit.

Kendati kelihatannya indah ketika akan menghantarkan hujan deras dan petir, awan ini bisa membentuk pula angin ribut atau tornado sehingga disebut awan yang luar biasa berbahaya.

Karena bisa memicu turbulens pada pesawat, bahkan pesawat besar berbadan lebar pun bisa berada dalam bahaya besar jika terlalu dekat dengan awan ini.

Awan cumulonimbus yang sangat berbahaya bahkan seperti hidup menjadi bagaikan predator yang menanti memusnahkan apa pun yang melihat dan menghadapinya.

Laman Universitas Princeton, AS, www.princeton.edu, menyebutkan bahwa awan ini tinggi dan padat, selain membawa badai petir dan kondisi ekstrem lainnya.

Nama cumulonimbus berasal dari bahasa Latin cumulus yang berarti mengumpulkan, dan nimbus yang berarti hujan.

Dihasilkan dari kondisi atmosfer yang tidak stabil, awan ini bisa terbentuk sendirian atau dalam kluster. Awan ini menciptakan petir pada intinya.

Bentuknya seperti jamur. Pangkal awan ini bisa sepanjang beberapa mil dan kendati dapat terbentuk pada ketinggian 500 sampai 13.000 kaki (150 - 3.960 meter), awan ini bisa sampai di ketinggian 75.000 kaki (23.000 meter) pada kondisi yang ekstrem.

Para ahli meteorologi telah menyelidiki proses terbentuknya awan cumulonimbus serta timbulnya hujan air, hujan es, dan kilat dari awan ini.Mereka menemukan bahwa awan cumulonimbus melalui tahap-tahap berikut sebelum menghasilkan air hujan:

Pertama, angin menggerakkan awan. Awan cumulonimbus mulai terbentuk ketika angin menggerakkan serpihan-serpihan awan (awan cumulus) menuju kawasan tempat bergabungnya awan-awan ini.

Kedua, serpihan-serpihan awan tadi kemudian bergabung membentuk awan yang lebih besar. Ketiga, ketika awan-awan kecil bergabung, gerakan udara vertikal di dalam awan yang lebih besar meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya.

Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan bertindih-tindih. Menggumpalnya awan secara vertikal ini menyebabkan awan besar tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfer yang bersuhu lebih dingin, tempat butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin besar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi terlalu berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, butiran ini mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dan sebagainya.

Dalam Al-Quran, Surah An-Nuur ayat 43, Allah Ta’ala berfirman,
Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikanya bertindih-tindih maka kelihatanlah hujan keluar dari celah-celahnya.”
Para ahli meteorologi mengetahui dengan rinci proses pembentukan, struktur dan fungsi awan dengan menggunakan peralatan yang canggih seperi pesawat udara, satelit, komputer, balon, dan peralatan lain untuk mempelajari angin dan arahnya, mengukur kelembaban udara dan variasinya, dan menentukan tingkat dan variasi tekanan atmosfer.

Ayat sebelumnya, setelah menyebut awan dan hujan, selanjutnya berbicara mengenai hujan es dan kilat.
...dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran)es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”
Para ahli meteorologi menemukan bahwa awan cumulonimbus,yang menjatuhkan hujan es, dapat mencapai ketinggian 25.000 hingga 30.000 kaki (7,5 hingga 8,9 km), seperti tampilan gunung, yang disebut dalam Al-Quran.
...Allah (juga) menurunkan(butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung...
Mungkin timbul pertanyaan. Mengapa ayat tersebut mengatakan“kilauan kilat awan itu” yang menunjuk ke hujan es tersebut? Apakah ini berarti bahwa hujan es adalah faktor utama yang menyebabkan timbulnya kilat?

Mari kita lihat yang diungkapkan buku yang berjudul Meteorology Today mengenai hal ini. Buku tersebut memaparkan bahwa awan menjadi bermuatan listrik begitu hujan es jatuh melalui kawasan awan yang berisi butiran-butiran air yang sangat dingin dan kristal-kristal es.

Saat butiran-butiran air menabrak butiran-butiran es, keduanya membeku saat bersentuhan dan mengeluarkan panas yang laten. Hal ini menyebabkan permukaan batu-batu es lebih hangat dibanding kristal-kristal es yang mengelilinginya.

Ketika butiran- butiran es bersentuhan dengan kristal es, sebuah fenomena yang penting terjadi: elektron mengalir dari obyek yang lebih dingin ke obyek yang lebih hangat. Karena itu, butiran-butiran es memiliki muatan listrik negatif. Efek yang sama terjadi ketika butiran-butiran air yang sangat dingin bersentuhan dengan butiran-butiran hujan es dan pecahan-pecahan kecil butiran air yang bermuatan positif pecah.

Partikel-partikel kecil yang bermuatan positif ini lantas terbawa ke bagian atas gumpalan awan oleh udara yang bergerak vertikal. Hujan es, yang memiliki muatan negatif, jatuh ke bagian bawah gumpalan awan , sehingga bagian bawah gumpalan awan ini menjadi bermuatan negatif.

Muatan negatif ini kemudian dilepas sebagai kilat. Demikianlah, Allah telah menerangkan sebuah fakta ilmiah yang baru terungkap oleh ilmu pengetahuan modern. Sebuah keajaiban ilmiah yang tidak mungkin diketahui rinciannya oleh orang-orang di zaman pada saat diturunkannya Al-Quran. Allahu Akbar! (may/ant/voa-islam.com/foto: truthbeforedishonor.wordpress.com)

2.1.15

Bencana?

Hanya Curat-Coret?

Langit pecah? Bumi belah? Gunung runtuh?
Bencana di setiap Penghujung & Awal Tahun Masehi?

Sekitar Natal 2013...
  • Gn. Sinabung di Kab. Karo Sumatera Utara meletus.
  • Banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara.
  •  
Pasca perayaan Tahun Baru...
  • Banjir dimana-mana.
  •  
Valentine's day...
  • Gn. Kelud di Jawa Timur meletus.
  •  

Ada kemungkaran besar di setiap waktu tersebut?
QS Maryam 88-92.
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak" Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda'wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.

Waktu terjadinya bencana?
QS Al A'raaf 96-99.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.


Mengapa Tornado kerap melanda AS?
https://www.youtube.com/watch?v=ALm2QEf9xvU

Deadly Tornado?
Klik di image untuk memperbesar!



Harus baca!

25.12.14

Mengapa Umat Islam (Muslim) Tidak Mau Mengucapkan Selamat Natal?

Jawaban singkatnya: "Karena Tuhan adalah Maha Esa (Satu)"

Semua pemeluk agama di Indonesia bahkan di seluruh dunia kalau ditanya apakah "Tuhan" yang yang mereka imani selama ini adalah Tuhan Yang Maha Esa? Jawaban mereka semua sama dan pasti bahwa Tuhan yang mereka imani dan sepakati adalah Tuhan Yang Maha Esa juga Maha Pencipta, Maha Suci, Maha Perkasa dst. TAPI pada kenyataanya...
  • Mereka tidak cemburu atau minimal mempertanyakan kalau Tuhan "Yang Maha Esa" yang mereka imani itu bermakna lebih dari satu bahkan dikatakan mempunyai anak.
  • Mereka tidak cemburu dan berfikir mengapa Tuhan "Yang Maha Pencipta" yang mereka imani itu sama atau disamakan dengan manusia -makhluk ciptaan-Nya-.
  • Mereka tidak cemburu atau marah kalau Tuhan "Yang Maha Suci" yang mereka sucikan itu direndahkan dengan cara diberi suguhan sesaji makanan, minuman atau bahkan asap dupa yang kotor.
  • Mereka tidak cemburu dan merasa aneh kalau Tuhan "Yang Maha Perkasa" yang mereka imani itu digambarkan dengan sebuah patung yang tak berdaya.
  • ...
Begitulah kenyataannya bahwa pondasi atau dasar keimanan mereka dalam beragama terutama yang berhubungan dengan sifat-sifat Ketuhanan termasuk di dalamnya sifat Tuhan Yang Maha Esa tidak dibangun oleh prinsip-prinsip yang BENAR dan kuat sehingga dengan pertanyaan yang sederhana saja bangunan keagamaan mereka mudah goyah bahkan menjadi hancur. 

Non Muslim Harusnya Berterimakasih kepada Islam dan Umat Islam
Karena Islam adalah rahmatan lil alamin?

Non Muslim (Kristen, Hindu, Budha dll) "harusnya" bersyukur dengan kedatangan Islam dan berterimakasih kepada umat Islam yang telah dan terus memberi tahu, mengingatkan, "menolak" (baca: meluruskan), "membenci" (baca: mengingkari) serta menasehati (mendakwahi) mereka yang non Muslim.

Berikut sebagian "kasih sayang" umat Islam kepada mereka:
  1. Mengingatkan kepada umat Kristen, bahwa tanggal 25 Desember (NATAL) itu bukanlah hari kelahiran Yesus (Nabi Isa alaihissalam).
  2. Meluruskan kepada umat Kristen, bahwa Yesus itu bukanlah Tuhan seperti yang selama ini mereka imani (baca: persangkakan). Ref. 1 | Ref. 2 | Ref. 3 | Ref. 4
  3. Memberi tahu kepada umat yang sering menyembah dan mengagungkan gambar dan patung, bahwa Roh atau Dewa penghuni gambar, PATUNG atau pohon yang selama ini mereka ibadahi dengan cara diberi sesaji, bertapa dan meminta kepadanya adalah syetan dari jenis jin dan bukanlah Tuhan. Referensi
  4. Mendakwahi kepada semua manusia, bahwa Tiada Tuhan yang berhak untuk disembah dan diibadahi dengan benar kecuali Allah ta'ala Yang Maha Esa. (Lihat QS Al Ikhlash di bawah!)
  5. ►Ataukah syetan telah menguasai dan memalingkan jiwa dan hati mereka sehingga bersikap sebaliknya terhadap Islam dan umat Islam?
Allah azza wa jalla adalah Tuhan satu-satunya di semesta ini, tiada Tuhan selain Dia yang berhak untuk disembah dan diibadahi dengan benar. Maka wajar dan seharusnya...
    No God but Allah!
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Esa" dikatakan banyak dan bahkan dikatakan mempunyai anak.
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Pencipta" disamakan dengan manusia atau makhluk lain ciptaan-Nya.
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Suci" dan "Yang Maha Tinggi" direndahkan dengan cara diberikan suguhan sesaji makanan, minuman atau bahkan asap yang kotor.
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Perkasa" digambarkan/divisualisasikan dengan sebuah gambar atau patung yang tak berdaya.
  • ...
Bismillahirrahmanirrahiim,
Katakanlah (wahai Muhammad): "Dia-lah Allah, (Tuhan) Yang Maha Esa/Ahad/Satu. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." QS Al Ikhlash (Kemurnian) 1-4.

Subhanallah, Allahu Akbar!

Maka...
  • Umat Islam yang beriman tidak akan pernah melaksanakan do'a lintas agama yang pada hakekatnya adalah adanya pengakuan akan "keberadaan dan keberagaman Tuhan lain selain Allah ta'ala Yang Maha Esa", padahal setiap muslim telah mengimani dan bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak untuk disembah dan diibadahi -do'a termasuk di dalamnya- dengan benar kecuali hanya Allah saja Yang Maha Esa -Laa illaaha illa Allah- yang berarti sekaligus meniadakan tuhan-tuhan yang lain selain Allah ta'ala.
  • Umat Islam tidak dibenarkan untuk mengucapkan selamat natal kepada umat Kristen karena dengan cara demikinan berarti umat Islam secara tidak langsung telah "mengakui" atau "meng-iyakan" bahwa ada Tuhan lain selain Allah ta'ala Yang Maha Esa yang bernama Yesus yang berbentuk manusia dan disebut juga sebagai anak Tuhan. Hal ini sangatlah bertentangan dengan kalimat syahadat Laa illaaha illa Allah yang telah setiap Muslim ikrarkan/persaksikan.
  • ...
  • [Download] Fatwa MUI tentang Pluralisme
  • ►Pelangi dalam Islam

Wallahu 'alam.



Happy Birtdaaay...

13.12.14

Karena Hujan adalah Rahmat

Di Jakarta: Musim hujan berarti banjir?
Apakah hujan bisa ditolak atau dipindahkan?


Hujan adalah "rahmat"
QS Al A'raaf 57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

QS Al Furqaan 48-49. Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.
Ada Malaikat yang bernama Mikail
QS Al Baqarah 98. Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
"Mikail adalah Malaikat yang salah satu tugasnya adalah mengurus hujan"

Dalam Al Mu’jam Al Kabir, Imam Ath Thobroni meriwayatkan tentang percakapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan malaikat Jibril, di antaranya,
“Aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) bertanya, “Tentang apakah Mikail itu ditugaskan? Ia (yaitu Jibril) menjawab, “Ia ditugaskan mengurus tanaman dan hujan.”
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan bahwa dalam sanad hadits ini terdapat Muhammad bin ‘Abdirrahman bin Abi Laila. Ia telah didha’ifkan (dilemahkan) karena jeleknya hafalan, namun ia tidak ditinggalkan. Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah mengatakan bahwa hadits ini ghorib dari sisi ini.

Ibnu Katsir menjelaskan, “Mikail ditugaskan untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan yang darinya berbagai rizki diciptakan di alam ini. Mikail memiliki beberapa pembantu. Mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka melalui Mikail berdasarkan perintah dari Allah. Mereka mengatur angin dan awan, sebagaimana yang dikehendaki oleh Rabb yang Maha Mulia.  Sebagaimana pula telah kami riwayatkan bahwa tidak ada satu tetes pun air yang turun dari langit melainkan Mikail bersama malaikat lainnya menurunkannya di tempat tertentu di muka bumi ini.”

Suatu Sunnatullah (ketetapan Allah ta'ala) bahwa "Malaikat rahmat" tidak akan masuk ke rumah yang ada anjing dan gambar/patung makhluk hidup di dalamnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda (yang artinya): “ Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing, juga tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar /patung” [Hadits sahih ditakhrij oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah yang semuanya dari Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu. Lihat Shahihul-Jami’ No. 7262]
Dan ada dalil yang menyatakan bahwa manusia dan jin -dua jenis makhluk Allah ta'ala yang berbeda alam- bisa bekerja-sama, tapi hubungan tersebut sangat riskan karena dapat menjerumuskan manusia ke dalam DOSA (syirik) dan kesalahan (kesusahan).
QS Al Jin 6. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.


►►►
  • Malaikat, rahmat (hujan), manusia dan jin adalah makhluk-makhluk ciptaan Allah ta'ala.
  • Hujan adalah salah satu rahmat yang diurus oleh Malaikat rahmat (Mikail)?
  • Malaikat rahmat tidak bisa memasuki suatu rumah karena keberadaan makhluk Allah ta'ala yang lainnya yang bernama anjing dan juga gambar/patung (makhluk yang bernyawa) yang biasanya dimanfa'atkan oleh makhluk Allah ta'ala lainnya yang bernama jin (syetan).
So... 

Dengan sunnatullah dan kehendak Allah ta'ala, MAKA salah satu rahmat-Nya yang bernama hujan bisa "tidak jadi turun" atau "tidak jadi masuk" di suatu daerah JIKA di sana "ada penyebab (makhluk Allah ta'ala yang lainnya) yang membuat Malaikat (pembawa) rahmat (hujan) tidak jadi masuk ke daerah tersebut"

Wallahu 'alam.


PERHATIAN: 
ARTIKEL DI ATAS TENTANG BISANYA HUJAN DITOLAK ATAU DIPINDAH ADALAH HASIL ANALISA SAYA SAJA TANPA DIDASARI OLEH HUJJAH YANG KUAT. MOHON UNTUK TIDAK DIJADIKAN ACUAN DAN KESIMPULAN!!!

8.12.14

Kiat-Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan (Bukan dari Sisi Penguasa)

Kajian Islam Ilmiah Ust. Yazid Abdul Qadir Jawas
Kiat-Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan (bukan dari Sisi Penguasa)

Tanggal 30 Nopember 2014, Masjid PUSDAI Bandung (Jl. Diponegoro No.63 Bandung)



►Unduh Audio Kajian (MP3)

18.10.14

Tanda-tanda Husnul Khatimah

  • Mengucapkan kalimat syahadat ketika menjelang maut. (HR Hakim, Ahmad, Ibn. Majah)
  • Mati dengan keringat di dahi. (HR Ahmad, An-Nasa'i, Hakim)
  • Mati pada hari Jum'at (siang atau malam). (HR Ahmad, Tirmidzi)
  •  
  • Mati ketika sedang beramal shaleh. (HR Ahmad) 
  •  
  • Mati "di jalan Allah". (HR Muslim, Ahmad)
  • Mati atau terbunuh (syahid) di dalam "peperangan". (HR Ahmad, Tirmidzi)
  • Mati dalam keadaan berjaga di jalan Allah. (HR Muslim, An-Nasa'i)
  •  
  • Mati karena wabah penyakit tha'un. (HR Bukhari, Ahmad)
  • Mati karena penyakit paru-paru (selaput dada). (HR Ahmad, Abu Dawud)
  • Mati karena penyakit TBC (HR Thabarani)
  • Mati karena penyakit perut (HR Muslim, Ahmad)
  •  
  • Mati karena tenggelam. (HR Bukhari, Muslim)
  • Mati karena terbakar. (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa'i)
  • Mati karena tertimbun reruntuhan. (HR Bukhari, Muslim)
  •  
  • Mati karena kehamilan/kelahiran anaknya (HR Ahmad, Ad-Darimi)
  •  
  • Mati karena membela agama atau nyawanya. (HR Ahmad, Dawud)
  • Mati karena membela/mempertahankan harta miliknya. (HR Bukhari, Muslim)


“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu‘anhu)



Tanda Jika Allah Menghendaki Kebaikan Bagi Seorang Hamba...

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا، وَإِذَا
أَرَادَ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافَى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ).

(Rasulullah) shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, Allah menyegerakan hukuman bagi (hamba) tersebut di dunia. Akan tetapi, apabila menghendaki keburukan kepada hamba-Nya, Dia menangguhkan dosa (hamba) tersebut hingga Dia membalasnya nanti pada Hari Kiamat.”

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa tanda kalau Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya adalah dengan menyegerakan hukuman atas dosa-dosanya ketika di dunia sehingga ia keluar dari dunia tidak ada lagi dosa yang harus ditanggung (hukumannya) pada hari kiamat, karena barangsiapa yang dihisab amalannya di dunia maka akan ringan hisabnya nanti di hari kiamat.

Adapun di antara tanda kalau Allah menghendaki hal yang buruk bagi hamba-Nya adalah bahwa hamba tersebut tidak ditunaikan pembalasan dosa-dosanya di dunia sampai ia datang pada hari kiamat dengan penuh dosa-dosa, kemudian Allah memberikan balasan hukuman padanya. Maka ia diberikan ganjaran yang pantas baginya pada hari kiamat.

Pada hadits ini terdapat anjuran untuk bersabar terhadap musibah-musibah dan untuk ridha dengan ketentuan takdir, karena hal tersebut akan membawa kebaikan bagi hamba.

Faedah Hadits:
  1. Tanda kalau Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, yaitu dengan menyegerakan pelaksanaan hukuman atas dosa-dosa hamba tersebut di dunia.
  2. Tanda kalau Allah menghendaki hal yang jelek bagi hamba-Nya, yaitu dengan ditangguhkannya hukuman atas dosa-dosanya di dunia sampai nanti diberikan hukuman pada hari kiamat.
  3. Kekhawatiran kalau mendapatkan kesehatan terus menerus, menjadi tanda kejelekan.
  4. Peringatan agar senantiasa berbaik sangka kepada Allah dan berharap (kebaikan) pada-Nya atas apa yang ditentukan oleh-Nya dari adanya hal-hal yang tidak disukai (yang menimpa dirinya).
  5. Bahwa manusia terkadang membenci sesuatu, padahal sesuatu itu lebih baik baginya, dan terkadang mencintai sesuatu, padahal sesuatu itu lebih jelek baginya.
  6. Anjuran untuk bersabar akan musibah-musibah.
[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]


Must Read: