9.4.15

Lagi Sedih? Galau? (Do'a Ketika Sedih dan Galau)

Kesedihan dan kegalauan biasanya timbul karena beberapa faktor, diantaranya:
  • Kurangnya iman dan tawakkal kepada Allah
  • Usaha yang tidak atau belum berhasil
  • Kehilangan sesuatu yang dicintainya
  • Keinginan, cita-cita atau harapan yang tidak kesampaian
  • Banyaknya hutang yang sulit dibayar
  • Banyaknya tanggungan yang membebani dirinya
  • Terbelenggu oleh orang lain
  • Ketinggalan dalam beramal saleh
  • Kesempatan yang telah tersia-siakan
  • Merasa jauh dari Allah
  • dll.
Orang beriman tidak boleh terus larut dalam kesedihan karena segala urusan dan sesuatu yang terjadi di atas muka bumi ini -termasuk dalam kehidupan diri kita- ada dalam genggaman, kekuasaan dan pengaturan Allah ta'ala. Ber-tawakkal-lah!

►Berikut beberapa amalan do'a ketika kita mengalami kesedihan atau kegalauan:


لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Laa ilaaha illallaahul ’azhiimul haliim, laa ilaaha illallahu rabbul’arsyil ’azhiim, laa ilaaha illallaahu rabbussamaawaati wa rabbulardhi wa rabbul'arsyil kariim

Tiada tuhan melinkan Allah Yang Maha Besar lagi Maha Penyantun. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur ‘Arsy yang Agung. Tiada tuhan melainkan Allah pengatur langit, pengatur bumi dan pengatur ‘Arsy yang Mulia. (HR Bukhari, Muslim)


لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaha illa Anta subhaanaka innii kuntum minazhaalimiin

Tidak ada tuhan (yang berhak untuk disembah) selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. (QS Al-Anbiya: 87)


اللهم إني عبدك ابن عبدك ابن أمتك ناصيتي بيدك ماض في حكمك عدل في قضاؤك أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك , أو أنزلته في كتابك, أو علمته أحدا من حلقك, أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرأن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهب همي

Ya Allah, aku ini adalah hamba-Mu, putera dari hamba-Mu, selanjutnya putera dari umat-Mu. Ubun-ubunku berada dalam genggaman-Mu, menerima segala putusan-Mu, dan memandang adil apa juga hukum-Mu. Aku mohon dengan asma apa juga yang Engkau sebutkan terhadap diri-Mu, atau Engkau turunkan pada kitab-Mu, atau pernah Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam perbendaharaan ghaib dari ilmu-Mu, agar Al-quran itu Engkau jadikan kembang hatiku, cahaya dadaku, pelenyap duka dan penghilang susahku.” (HR Ahmad, Ibnu Hibban)

►►Perbanyak Istighfar dan Dzikir (termasuk dzikir pagi & sore)!


Adab agar terhindar dari kesedihan:
  • Meluruskan keyakinan & keimanan bahwa hanya Allah-lah yang mengatur segala urusan makhluk-Nya;
  • Yakin bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya;
  • Yakin bahwa segala ujian pasti untuk meningkatkan keimanan, menghapus dosa, meninggikan derajat, dan mendekatkan hamba ke sisi-Nya;
  • Yakin bahwa setiap orang sudah diqadar rezkinya, ada yang diluaskan dan ada yang disempitkan;
  • Keluasan dan kesempitan rezki di dunia bukan ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah;
  • Setiap jatah rezki seseorang pasti akan diberikan oleh Allah sebelum orang itu dicabut nyawanya, oleh karena itu tidak boleh berikhtiar dengan terlalu memaksakan diri dan usaha yang tidak halal.
إن روح القدوس نفث في روعي أنه لن تموت نفس حتى تستكمل رزقها و أجلها
فاتقوا الله و أجملوا فى الطلب

Sesungguhnya malaikat Jibril berbisik dalam hatiku, bahwa seseorang tidak akan mati sehingga ia menyelesaikan (jatah) rezki dan ajalnya. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan baik-baiklah dalam berusaha mencarinya.” (HR Ibnu Hibban)
  • Bagi orang beriman, ketenteraman hati hanya ada pada dzikir kepada Allah. Maka tiada yang dicari selain mendekatkan diri kepada-Nya;
  • Bagi orang beriman, menderita dalam ketaatan adalah sebuah kenikmatan hidup;
  • Mendawamkan shalat malam, shalat hajat dan shaum sunnat;
  • Mendawamkan doa-doa di atas setiap saat (termasuk dzikir pagi petang), terutama ba’da shalat fardhu, shalat tahajjud dan shalat hajat, sebagaimana janji Allah melalui Rasul-Nya, Allah akan menghilangkan kesedihan dan menyelesaikan segala urusan;
  • Jika kesedihan itu karena hutang-hutang yang susah terbayarkan, maka Rasulullah s.a.w. mengajarkan doa berikut:
اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

Ya Allah, cukupilah kebutuhanku dengan yang halal dengan menghindarkan yang haram, dan jadikanlah daku berkecukupan demi kemurahan-Mu daripada selain-Mu” (HR Tirmidzi)

اللهم إني أعوذبك من الهم والحزن, و أعوذبك من العجز والكسل,
وأعوذبك من الجبن والبخل وأعوذبك من غلبة الدين وقهر الرجال

Allahumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ‘ajzi walkasali, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa a’uudzubika min ghalabatiddayni wa qahrirrajaali

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari hutang yang tak terbayar dan dari belenggu orang lain.” (HR Abu Umamah, Abu Sa’id)


Hanya dengan Allah, hati menjadi tenang!
https://sedekahdoa.wordpress.com/doa-tatkala-mengalami-kesedihan/

24.3.15

Waspadai Berhala Diri!

Oleh: Abdullah Sholeh Hadrami

ALHAMDULILLAH, aku sudah melewati masa itu. Jujur aku dulu pernah berpemahaman merasa kelompokku adalah paling benar sendiri dan yang lain adalah sesat.

Pernah aku terperangkap dalam pemikiran bahwa kelompokku adalah Al-Firqotun Najiyah (golongan yang selamat) sedang yang lainnya adalah ahli neraka.

Alhamdulillah akhirnya Allah ta'ala berikan hidayah kepadaku untuk keluar dari pemikiran sempit seperti itu.

Aku belajar ke banyak guru dan aku mencintai mereka semua dan tidak mungkin melupakan jasa-jasa mereka.. Walau akhirnya Allah ta'ala arahkan aku untuk berada dalam barisan AhlusSunnah wal Jama’ah Salafy, ini adalah pilihanku.

Bagiku, semua umat Islam adalah saudaraku dan aku suka saling mengingatkan dan saling menasehati serta saling mendoakan.

Aku berharap kita semua sama-sama Allah ta'ala masukkan ke dalam Jannah.

Pengalaman masa lalu, buku-buku dan situs-situs dengan artikel & opini yang dibaca, media sosial atau organisasi yang diikuti, guru-guru yang mengajari serta lingkungan, kesemuanya itu akan berpengaruh dalam pemahaman keagamaan seseorang.

Berbicara tentang kelompok dalam Islam tidak akan pernah tuntas karena semua merasa paling benar dan menuduh yang lain tersesat.

فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).” (QS Al-Mukminun [23]: 53)

Kita perlu selalu membaca dan merenungkan ayat ini secara rutin dan terus menerus disertai muhasabah, koreksi dan mawas diri,

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS An-Najm Ayat [53]: 32)

Hanya Allah ta'ala Yang Maha Tahu siapa yang terbaik di antara kita di SisiNya.

Ada satu berhala dalam diri kita semua yang harus kita hancurkan, yaitu NAFSU!

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah menyesatkannya berdasarkan ilmu yang dimilikinya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS Al-Jatsiyah Ayat [45]: 23)

Daku hanyalah seorang hamba yang miskin papa di hadapanNya. Dosa-dosaku teramat sangat banyak, amal ketaatanku teramat sangat sedikit, hatiku selalu berbolak-balik, perjalananku cukup jauh, bekalku belum mencukupi, tapi ajalku telah dekat.

Harapanku Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang berkenan mengasihi lagi menyayangiku.

Ayat harapanku,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 39 Az-Zumar [39]: 53)

Ya Allah, ampunilah semua kejahilan hamba dan bimbinglah hamba istiqomah di jalanMu yang lurus.

Dari saudaramu yang selalu mencintaimu dan berharap berkumpul denganmu sampai di Jannah Firdaus.*

@AbdullahHadrami

27.1.15

Kaum yang Ber-perut Gemuk dan Buncit

Dari Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Generasi terbaik adalah generasi di zamanku, kemudian masa setelahnya, kemudian generasi setelahnya. Sesungguhnya pada masa yang akan datang ada kaum yang suka berkhianat dan tidak bisa dipercaya, mereka bersaksi sebelum diminta kesaksiaannya, bernazar tapi tidak melaksanakannya, dan nampak pada mereka kegemukan”. (HR Bukhari 2651 dan Muslim 6638)

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik umatku adalah masyarakat yang aku di utus di tengah mereka (para sahabat), kemudian generasi setelahnya. Kemudian datang kaum yang suka menggemukkan badan, mereka bersaksi sebelum diminta bersaksi.” (HR Muslim 6636 dan Ahmad 7322)

Keterangan al-Qurthubi (w. 671H), sebagaimana diungkap Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina konsultasisyariah.com), ketika menyebutkan hadits di atas, beliau mengatakan, “Hadits ini adalah celaan bagi orang gemuk. Karena gemuk yang bukan bawaan penyebabnya adalah banyak makan, minum, foya-foya, 'santai' dan terlalu mengikuti hawa nafsu. Ia adalah hamba bagi dirinya sendiri dan bukan hamba bagi Tuhannya, orang yang hidupnya seperti ini 'mudah' terjerumus kepada hal yang haram…

Islam tidak Pro-kegemukan

Islam tidak pro-kegemukan bisa dibaca pada hadits yang menerangkan sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Anas Radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah memiliki postur sedang, tidak tinggi ataupun pendek, dan fisiknya bagus. Rambut beliau tidak keriting juga tidak lurus. Warna (kulitnya) kecoklatan, jika beliau berjalan, berjalan dengan tegak”. (al-Mukhtashar hadits no. 2)

Barâ` bin ‘Azib berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah lelaki yang berambut ikal, berpostur sedang, bahunya bidang, berambut lebat sampai cuping telinga dan beliau memakai kain merah. Aku belum pernah melihat orang yang lebih tampan dari beliau”. (al-Mukhtashar hadits no. 3)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keterangan di atas digambarkan memiliki fisik yang bagus, bahunya bidang. Walau boleh jadi tidak sekekar Arnold Schwarzenegger atau Ade Rai, namun sangat mustahil rasanya jika beliau memiliki perut yang buncit, ciri khas yang mengindikasikan penderita kegemukan.


Baca juga:

15.1.15

Awan Cumulonimbus


Al Quran An Nuur (24): 43.
Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.



April 2010, sebuah pesawat maskapai Emirates mendarat darurat di Bandara Internasional Kochi, India, setelah terjun bebas dari ketinggian 18.000 kaki.

Menurut Times of India, penerbangan Emirates bernomor EK530 itu tidak mampu menghindari awan cumulonimbus yang membuatnya mengalami turbulens yang hebat sehingga mengurangi ketinggian terbang pesawat.

Beruntung pesawat masih bisa mendarat, namun pendaratan darurat itu membuat 20 dari 350 penumpang mengalami cedera, sedangkan sang pilot dirawat untuk menyembuhkan traumanya.

Empat tahun kemudian, awan cumulonimbus kembali menjadi perbincangan setelah penerbangan AirAsia QZ8501 jatuh di Selat Karimata gara-gara pesawat berusaha menghindari awan ini.

Awan cumulonimbus yang juga disebut awan hujan dan awan petir, adalah awan raksasa yang tercipta karena ketidakstabilan dalam atmosfer dan menghasilkan badai petir yang berbahaya.

Ini adalah awan tertinggi dan menjadi penghalang terakhir sebelum pesawat menuju ketinggian paling aman. Awan ini juga disebut awan jahat. Atmosfer yang tidak stabil bisa dengan cepat membentuk awan ini dalam hitungan menit.

Kendati kelihatannya indah ketika akan menghantarkan hujan deras dan petir, awan ini bisa membentuk pula angin ribut atau tornado sehingga disebut awan yang luar biasa berbahaya.

Karena bisa memicu turbulens pada pesawat, bahkan pesawat besar berbadan lebar pun bisa berada dalam bahaya besar jika terlalu dekat dengan awan ini.

Awan cumulonimbus yang sangat berbahaya bahkan seperti hidup menjadi bagaikan predator yang menanti memusnahkan apa pun yang melihat dan menghadapinya.

Laman Universitas Princeton, AS, www.princeton.edu, menyebutkan bahwa awan ini tinggi dan padat, selain membawa badai petir dan kondisi ekstrem lainnya.

Nama cumulonimbus berasal dari bahasa Latin cumulus yang berarti mengumpulkan, dan nimbus yang berarti hujan.

Dihasilkan dari kondisi atmosfer yang tidak stabil, awan ini bisa terbentuk sendirian atau dalam kluster. Awan ini menciptakan petir pada intinya.

Bentuknya seperti jamur. Pangkal awan ini bisa sepanjang beberapa mil dan kendati dapat terbentuk pada ketinggian 500 sampai 13.000 kaki (150 - 3.960 meter), awan ini bisa sampai di ketinggian 75.000 kaki (23.000 meter) pada kondisi yang ekstrem.

Para ahli meteorologi telah menyelidiki proses terbentuknya awan cumulonimbus serta timbulnya hujan air, hujan es, dan kilat dari awan ini.Mereka menemukan bahwa awan cumulonimbus melalui tahap-tahap berikut sebelum menghasilkan air hujan:

Pertama, angin menggerakkan awan. Awan cumulonimbus mulai terbentuk ketika angin menggerakkan serpihan-serpihan awan (awan cumulus) menuju kawasan tempat bergabungnya awan-awan ini.

Kedua, serpihan-serpihan awan tadi kemudian bergabung membentuk awan yang lebih besar. Ketiga, ketika awan-awan kecil bergabung, gerakan udara vertikal di dalam awan yang lebih besar meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya.

Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan bertindih-tindih. Menggumpalnya awan secara vertikal ini menyebabkan awan besar tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfer yang bersuhu lebih dingin, tempat butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin besar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi terlalu berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, butiran ini mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dan sebagainya.

Dalam Al-Quran, Surah An-Nuur ayat 43, Allah Ta’ala berfirman,
Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikanya bertindih-tindih maka kelihatanlah hujan keluar dari celah-celahnya.”
Para ahli meteorologi mengetahui dengan rinci proses pembentukan, struktur dan fungsi awan dengan menggunakan peralatan yang canggih seperi pesawat udara, satelit, komputer, balon, dan peralatan lain untuk mempelajari angin dan arahnya, mengukur kelembaban udara dan variasinya, dan menentukan tingkat dan variasi tekanan atmosfer.

Ayat sebelumnya, setelah menyebut awan dan hujan, selanjutnya berbicara mengenai hujan es dan kilat.
...dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran)es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”
Para ahli meteorologi menemukan bahwa awan cumulonimbus,yang menjatuhkan hujan es, dapat mencapai ketinggian 25.000 hingga 30.000 kaki (7,5 hingga 8,9 km), seperti tampilan gunung, yang disebut dalam Al-Quran.
...Allah (juga) menurunkan(butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung...
Mungkin timbul pertanyaan. Mengapa ayat tersebut mengatakan“kilauan kilat awan itu” yang menunjuk ke hujan es tersebut? Apakah ini berarti bahwa hujan es adalah faktor utama yang menyebabkan timbulnya kilat?

Mari kita lihat yang diungkapkan buku yang berjudul Meteorology Today mengenai hal ini. Buku tersebut memaparkan bahwa awan menjadi bermuatan listrik begitu hujan es jatuh melalui kawasan awan yang berisi butiran-butiran air yang sangat dingin dan kristal-kristal es.

Saat butiran-butiran air menabrak butiran-butiran es, keduanya membeku saat bersentuhan dan mengeluarkan panas yang laten. Hal ini menyebabkan permukaan batu-batu es lebih hangat dibanding kristal-kristal es yang mengelilinginya.

Ketika butiran- butiran es bersentuhan dengan kristal es, sebuah fenomena yang penting terjadi: elektron mengalir dari obyek yang lebih dingin ke obyek yang lebih hangat. Karena itu, butiran-butiran es memiliki muatan listrik negatif. Efek yang sama terjadi ketika butiran-butiran air yang sangat dingin bersentuhan dengan butiran-butiran hujan es dan pecahan-pecahan kecil butiran air yang bermuatan positif pecah.

Partikel-partikel kecil yang bermuatan positif ini lantas terbawa ke bagian atas gumpalan awan oleh udara yang bergerak vertikal. Hujan es, yang memiliki muatan negatif, jatuh ke bagian bawah gumpalan awan , sehingga bagian bawah gumpalan awan ini menjadi bermuatan negatif.

Muatan negatif ini kemudian dilepas sebagai kilat. Demikianlah, Allah telah menerangkan sebuah fakta ilmiah yang baru terungkap oleh ilmu pengetahuan modern. Sebuah keajaiban ilmiah yang tidak mungkin diketahui rinciannya oleh orang-orang di zaman pada saat diturunkannya Al-Quran. Allahu Akbar! (may/ant/voa-islam.com/foto: truthbeforedishonor.wordpress.com)

2.1.15

Bencana?

Hanya Curat-Coret?

Langit pecah? Bumi belah? Gunung runtuh?
Bencana di setiap Penghujung & Awal Tahun Masehi?

Sekitar Natal 2013...
  • Gn. Sinabung di Kab. Karo Sumatera Utara meletus.
  • Banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara.
  •  
Pasca perayaan Tahun Baru...
  • Banjir dimana-mana.
  •  
Valentine's day...
  • Gn. Kelud di Jawa Timur meletus.
  •  

Ada kemungkaran besar di setiap waktu tersebut?
QS Maryam 88-92.
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak" Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda'wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.

Waktu terjadinya bencana?
QS Al A'raaf 96-99.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.


Mengapa Tornado kerap melanda AS?
https://www.youtube.com/watch?v=ALm2QEf9xvU

Deadly Tornado?
Klik di image untuk memperbesar!



Harus baca!

25.12.14

Mengapa Umat Islam (Muslim) Tidak Mau Mengucapkan Selamat Natal?

Jawaban singkatnya: "Karena Tuhan adalah Maha Esa (Satu)"

Semua pemeluk agama di Indonesia bahkan di seluruh dunia kalau ditanya apakah "Tuhan" yang yang mereka imani selama ini adalah Tuhan Yang Maha Esa? Jawaban mereka semua sama dan pasti bahwa Tuhan yang mereka imani dan sepakati adalah Tuhan Yang Maha Esa juga Maha Pencipta, Maha Suci, Maha Perkasa dst. TAPI pada kenyataanya...
  • Mereka tidak cemburu atau minimal mempertanyakan kalau Tuhan "Yang Maha Esa" yang mereka imani itu bermakna lebih dari satu bahkan dikatakan mempunyai anak.
  • Mereka tidak cemburu dan berfikir mengapa Tuhan "Yang Maha Pencipta" yang mereka imani itu sama atau disamakan dengan manusia -makhluk ciptaan-Nya-.
  • Mereka tidak cemburu atau marah kalau Tuhan "Yang Maha Suci" yang mereka sucikan itu direndahkan dengan cara diberi suguhan sesaji makanan, minuman atau bahkan asap dupa yang kotor.
  • Mereka tidak cemburu dan merasa aneh kalau Tuhan "Yang Maha Perkasa" yang mereka imani itu digambarkan dengan sebuah patung yang tak berdaya.
  • ...
Begitulah kenyataannya bahwa pondasi atau dasar keimanan mereka dalam beragama terutama yang berhubungan dengan sifat-sifat Ketuhanan termasuk di dalamnya sifat Tuhan Yang Maha Esa tidak dibangun oleh prinsip-prinsip yang BENAR dan kuat sehingga dengan pertanyaan yang sederhana saja bangunan keagamaan mereka mudah goyah bahkan menjadi hancur. 

Non Muslim Harusnya Berterimakasih kepada Islam dan Umat Islam
Karena Islam adalah rahmatan lil alamin?

Non Muslim (Kristen, Hindu, Budha dll) "harusnya" bersyukur dengan kedatangan Islam dan berterimakasih kepada umat Islam yang telah dan terus memberi tahu, mengingatkan, "menolak" (baca: meluruskan), "membenci" (baca: mengingkari) serta menasehati (mendakwahi) mereka yang non Muslim.

Berikut sebagian "kasih sayang" umat Islam kepada mereka:
  1. Mengingatkan kepada umat Kristen, bahwa tanggal 25 Desember (NATAL) itu bukanlah hari kelahiran Yesus (Nabi Isa alaihissalam).
  2. Meluruskan kepada umat Kristen, bahwa Yesus itu bukanlah Tuhan seperti yang selama ini mereka imani (baca: persangkakan). Ref. 1 | Ref. 2 | Ref. 3 | Ref. 4
  3. Memberi tahu kepada umat yang sering menyembah dan mengagungkan gambar dan patung, bahwa Roh atau Dewa penghuni gambar, PATUNG atau pohon yang selama ini mereka ibadahi dengan cara diberi sesaji, bertapa dan meminta kepadanya adalah syetan dari jenis jin dan bukanlah Tuhan. Referensi
  4. Mendakwahi kepada semua manusia, bahwa Tiada Tuhan yang berhak untuk disembah dan diibadahi dengan benar kecuali Allah ta'ala Yang Maha Esa. (Lihat QS Al Ikhlash di bawah!)
  5. ►Ataukah syetan telah menguasai dan memalingkan jiwa dan hati mereka sehingga bersikap sebaliknya terhadap Islam dan umat Islam?
Allah azza wa jalla adalah Tuhan satu-satunya di semesta ini, tiada Tuhan selain Dia yang berhak untuk disembah dan diibadahi dengan benar. Maka wajar dan seharusnya...
    No God but Allah!
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Esa" dikatakan banyak dan bahkan dikatakan mempunyai anak.
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Pencipta" disamakan dengan manusia atau makhluk lain ciptaan-Nya.
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Suci" dan "Yang Maha Tinggi" direndahkan dengan cara diberikan suguhan sesaji makanan, minuman atau bahkan asap yang kotor.
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Perkasa" digambarkan/divisualisasikan dengan sebuah gambar atau patung yang tak berdaya.
  • ...
Bismillahirrahmanirrahiim,
Katakanlah (wahai Muhammad): "Dia-lah Allah, (Tuhan) Yang Maha Esa/Ahad/Satu. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." QS Al Ikhlash (Kemurnian) 1-4.

Subhanallah, Allahu Akbar!

Maka...
  • Umat Islam yang beriman tidak akan pernah melaksanakan do'a lintas agama yang pada hakekatnya adalah adanya pengakuan akan "keberadaan dan keberagaman Tuhan lain selain Allah ta'ala Yang Maha Esa", padahal setiap muslim telah mengimani dan bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak untuk disembah dan diibadahi -do'a termasuk di dalamnya- dengan benar kecuali hanya Allah saja Yang Maha Esa -Laa illaaha illa Allah- yang berarti sekaligus meniadakan tuhan-tuhan yang lain selain Allah ta'ala.
  • Umat Islam tidak dibenarkan untuk mengucapkan selamat natal kepada umat Kristen karena dengan cara demikinan berarti umat Islam secara tidak langsung telah "mengakui" atau "meng-iyakan" bahwa ada Tuhan lain selain Allah ta'ala Yang Maha Esa yang bernama Yesus yang berbentuk manusia dan disebut juga sebagai anak Tuhan. Hal ini sangatlah bertentangan dengan kalimat syahadat Laa illaaha illa Allah yang telah setiap Muslim ikrarkan/persaksikan.
  • ...
  • [Download] Fatwa MUI tentang Pluralisme
  • ►Pelangi dalam Islam

Wallahu 'alam.



Happy Birtdaaay...

13.12.14

Karena Hujan adalah Rahmat

Di Jakarta: Musim hujan berarti banjir?
Apakah hujan bisa ditolak atau dipindahkan?


Hujan adalah "rahmat"
QS Al A'raaf 57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

QS Al Furqaan 48-49. Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.
Ada Malaikat yang bernama Mikail
QS Al Baqarah 98. Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
"Mikail adalah Malaikat yang salah satu tugasnya adalah mengurus hujan"

Dalam Al Mu’jam Al Kabir, Imam Ath Thobroni meriwayatkan tentang percakapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan malaikat Jibril, di antaranya,
“Aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) bertanya, “Tentang apakah Mikail itu ditugaskan? Ia (yaitu Jibril) menjawab, “Ia ditugaskan mengurus tanaman dan hujan.”
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan bahwa dalam sanad hadits ini terdapat Muhammad bin ‘Abdirrahman bin Abi Laila. Ia telah didha’ifkan (dilemahkan) karena jeleknya hafalan, namun ia tidak ditinggalkan. Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah mengatakan bahwa hadits ini ghorib dari sisi ini.

Ibnu Katsir menjelaskan, “Mikail ditugaskan untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan yang darinya berbagai rizki diciptakan di alam ini. Mikail memiliki beberapa pembantu. Mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka melalui Mikail berdasarkan perintah dari Allah. Mereka mengatur angin dan awan, sebagaimana yang dikehendaki oleh Rabb yang Maha Mulia.  Sebagaimana pula telah kami riwayatkan bahwa tidak ada satu tetes pun air yang turun dari langit melainkan Mikail bersama malaikat lainnya menurunkannya di tempat tertentu di muka bumi ini.”

Suatu Sunnatullah (ketetapan Allah ta'ala) bahwa "Malaikat rahmat" tidak akan masuk ke rumah yang ada anjing dan gambar/patung makhluk hidup di dalamnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda (yang artinya): “ Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing, juga tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar /patung” [Hadits sahih ditakhrij oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah yang semuanya dari Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu. Lihat Shahihul-Jami’ No. 7262]
Dan ada dalil yang menyatakan bahwa manusia dan jin -dua jenis makhluk Allah ta'ala yang berbeda alam- bisa bekerja-sama, tapi hubungan tersebut sangat riskan karena dapat menjerumuskan manusia ke dalam DOSA (syirik) dan kesalahan (kesusahan).
QS Al Jin 6. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.


►►►
  • Malaikat, rahmat (hujan), manusia dan jin adalah makhluk-makhluk ciptaan Allah ta'ala.
  • Hujan adalah salah satu rahmat yang diurus oleh Malaikat rahmat (Mikail)?
  • Malaikat rahmat tidak bisa memasuki suatu rumah karena keberadaan makhluk Allah ta'ala yang lainnya yang bernama anjing dan juga gambar/patung (makhluk yang bernyawa) yang biasanya dimanfa'atkan oleh makhluk Allah ta'ala lainnya yang bernama jin (syetan).
So... 

Dengan sunnatullah dan kehendak Allah ta'ala, MAKA salah satu rahmat-Nya yang bernama hujan bisa "tidak jadi turun" atau "tidak jadi masuk" di suatu daerah JIKA di sana "ada penyebab (makhluk Allah ta'ala yang lainnya) yang membuat Malaikat (pembawa) rahmat (hujan) tidak jadi masuk ke daerah tersebut"

Wallahu 'alam.


PERHATIAN: 
ARTIKEL DI ATAS TENTANG BISANYA HUJAN DITOLAK ATAU DIPINDAH ADALAH HASIL ANALISA SAYA SAJA TANPA DIDASARI OLEH HUJJAH YANG KUAT. MOHON UNTUK TIDAK DIJADIKAN ACUAN DAN KESIMPULAN!!!