11.9.12

HOPE atau HOPELESS?

Kotretan... 


Fenomenas...

Ada dua fenomena yang menarik untuk dikaji. Pertama, fenomena yang terjadi di negara-negara sekuler yang kaya, maju dan modern dengan penduduknya yang cenderung tidak berani (enggan) atau tidak berkeinginan untuk mempunyai anak (keturunan). Hal ini menjadikan masalah serius bagi negara tersebut. Yang kedua, fenomena bunuh diri yang kerap terjadi di beberapa negara sekuler yang menurut salah satu artikel di bawah menjelaskan bahwa faktor kemiskinan bukanlah faktor pemicu bunuh diri tersebut.

Silahkan baca artikel berikut:

"HOPE"

Peta Harapan (Klik di gambar untuk memperbesar!)
Ada satu "anggapan" yang sering dicitrakan oleh fihak tertentu yang menganggap bahwa mereka yang berada di bawah garis kemiskinan, "terbelakang" atau level ekonomi dan materi tertentu adalah golongan "hopeless" yang perlu dan harus diberi harapan (HOPE).

Hope yang mereka tawarkan kepada fihak yang dianggap hopeless berupa "keyakinan" dan bantuan meteri tertentu dengan harapan bisa merubah kualitas hidup dan dunia yang sesuai dengan definisi atau kriteria mereka.

Padahal kalau kita lihat fenomenas di atas, kita bisa sedikit mengambil kesimpulan bahwa kekayaan (materi) dan modernitas tidak menjamin sesorang bisa mendapatkan hope, justru sebaliknya mereka yang menganggap telah berada "di atas" dan termasuk golongan "the have" bisa terjatuh ke dalam golongan hopeless yang sesungguhnya.


Limited HOPE dan unlimited HOPE versi kangarul

Limited HOPE
Bersifat duniawi; bersandar kepada system dunia, materi dan "upaya sendiri"; harapan sebatas umur hidup atau kehidupan dunia ini saja.

Unlimited HOPE
Bersifat ukhrawi; harapan yang menembus batasan harapan duniawi; berharap/bergantung/bersandar (tawakal) kepada Allah; berharap masuk ke syurganya Allah, berharap bertemu dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berharap untuk bisa melihat wajah tuhannya (Allah azza wa jalla) di kehidupan akhirat kelak.


Yang berputus asa (hopeless) & larangan untuk berputus asa

Kita bisa bertahan "hidup" karena adanya harapan (asa) dan tanpanya berarti kita putus harapan (putus asa) alias hopeless. Berikut sebagian "kepastian" yang menjelaskan tentang hal hal ini...
  • "... Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Q12.87)
  • "Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat."" (Q15.56)
  • "Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa." (Q30.36)
  • "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa." (Q60.13)
  • Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q39.53)

Kebahagiaan dan Kenikmatan Dunia

Kebahagiaan atau kenikmatan dunia akan diperoleh jika dalam kesehariannya terpenuhi minimal 3 hal yaitu Kesehatan, Keamanan (bebas dari ketakutan, kekhawatiran & kecemasan), dan Adanya makanan pokok untuk hari itu. Berikut "kepastian tentang hal ini...
Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan SEHAT badannya, AMAN pada keluarganya, dia MEMILIKI MAKANAN POKOKNYA PADA HARI ITU, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya. (HR Ibnu Majah, no. 4141; dan lain-lain; dihasankan oleh Syaikh Al Albani di dalam Shahih Al Jami’ush Shaghir, no. 5918) 
Harta melimpah, deposito yang banyak atau investasi dimana-mana tidak menjamin seseorang memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan dunia. Yang ada justru sebaliknya, rasa khawatir dan cemas serta "keinginan-keinginan" yang bertubi-tubi menjadikan seseorang jauh dari rasa bahagia dan rasa syukur.

Mengejar "ASA" dalam System "Lingkaran Syetan"

Yang kita butuhkan hanyalah sebuah KEPASTIAN.
(Baca pelan-pelan atau jangan baca sama sekali!!!)

Kepastian ini bersumber hanya kepada "kebenaran yang hakiki" (silahkan baca tentang Kebenaran yang Hakiki  di sisi!) yaitu semua petunjuk dari Zat yang telah menciptakan kita yang diturunkan-Nya kepada Rasul-rasul-Nya melalui perantara Malaikat Jibril.

Sederhananya, kebenaran yang hakiki adalah apa-apa yang dikhabarkan atau disampaikan Allah dan Rasul-Nya yaitu apa-apa yang ada dalam Al Quran & Al Hadits. Dan kebenaran di sini bukanlah suatu mitos, teori keduniaan, definisi, kriteria, persangkaan, perkiraan, dugaan, doktrin atau harapan yang tidak jelas sumber dan arahnya.

Inilah KEPASTIAN sebagaimana kepastiannya MATI bagi setiap makhluk ciptaan-Nya yang bernyawa. Begitu juga dengan kepastian tentang kehidupan Akhirat -kehidupan abadi setelah kematian kelak-, kepastian tentang adanya Syurga dan Neraka-Nya.

KEPASTIAN inilah yang menjadi harapan (HOPE) yang sebenarnya. KEPASTIAN inilah yang wajib untuk dijadikan sandaran.

Berikut beberapa KEPASTIAN yang insyaAllah sebagian muslim sudah mengetahuinya...
  • "Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk syurga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sampai-sampai berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Q2.214)
  • "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa & buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar…" (Q2.55)
  • "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk, rupa dan harta kalian, tapi Allah melihat kepada hati (niat) dan amal-amal kalian." (HR Muslim)
  • "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin (beriman), dan sebagai syurga bagi orang kafir" (HR Muslim). Bagi orang-orang mukmin (yang beriman), dunia bagaikan penjara karena mereka terikat oleh hukum agama (syariat) yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggarnya. Sedangkan bagi orang-orang kafir, dunia bagaikan syurga karena mereka tidak terikat oleh syariat dan tidak ada sesuatu yang membatasinya... no halal no haram! 
  • Kepastian tentang Sifat dan Hakikat Kehidupan Dunia (MUST READ!)

SOmbong

Kesombongan adalah dinding penghalang (hizab) untuk memperoleh cahaya kebenaran (kepastian). Menuhankan akal (iptek), logika dan "kemampuan" diri sendiri serta atau menganggap diri lebih baik atas dasar perendahan terhadap manusia yang lainnya merupakan suatu bentuk kesombongan.

Adapun terhadap kebenaran (kepastian) yang telah sampai kepadanya, mereka selalu berusaha mencari-cari alasan untuk mengingkarinya, tidak masuk akal lah... tidak sesuai dengan HAM lah... memaksa-maksa lah... tidak sesuai dengan zamannya lah... tidak sesuai dengan budaya kita lah... dst., yang intinya menolak kebenaran serta tidak mau berserah (menyerah) kepada kebenaran dan kebesaran Zat yang telah menciptakannya.
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q57.16)
Adapun yang dimaksud kesombongan dalam Al Islam adalah menolak kebenaran dan atau meremehkan (merendahkan) orang lain, sebagaiman dijelaskan dalam kebenaran (kepastian) Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berikut...
Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan (walau) sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Rasulullah, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR Muslim)
Penduduk Gaza Paling Sehat di Dunia?

Temukan Makna & Tujuan Hidup dalam Al Islam serta Raihlah Kebahagiaan yang Hakiki!

Semoga Allah azza wa jalla menghilangkan kesombongan dari diri-diri kita dan senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya sehingga kita bisa memahami, menerima dan mau mengikuti kebenaran (kepastian) "ad-diin" ini... amiin! 



1:2 bukan fifty-fifty
...inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang muslim

Rabbanaa atinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil 'akhirati hasanatan waqinaa 'adzaaban-naar.
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (Q2.201)

Putus asa adalah sumber kesesatan; kegelapan hati dan pangkal penderitaan jiwa,” Bediuzzaman Said Nursi dalam Risalah An-Nur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar