9.10.14

3 (Tiga) Landasan Utama

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

Saudaraku,
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada Anda.

Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat perkara, yaitu:
  1. Ilmu; mengenal Allah, Rasul-Nya dan Islam berdasarkan dalil-dalil.
  2. Amal; menerapkan ilmu ini.
  3. Dakwah; mengajak orang lain kepada ilmu ini.
  4. Sabar; tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berdakwah kepadanya.
Dalilnya, firman Allah Ta’ala: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta nasehat-menasehati dengan kebenaran dan dengan kesabaran” [Q103 (Al Ashr): 1-3]

Imam Asy-Syafi’i mengatakan: ‘Seandainya Allah hanya menurunkan surah ini saja sebagai hujjah buat mahluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surah ini sbg hujjah bagi mereka.’

Dan Imam Al Bukhari mengatakan: ’Bab ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan.’ Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala Q47:19. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan) sebelum ucapan dan perbuatan.

Saudaraku,
Dan ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim untuk mempelajari dan mengamalkan ketiga perkara ini:
  1. Bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan yang memberi rizki kepada kita. Allah tidak membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tapi mengutus kepada kita seorang rasul, maka barangsiapa mentaati rasul tersebut pasti akan masuk surga dan barangsiapa menyalahinya pasti akan masuk neraka. Q73:15-16.
  2. Bahwa Allah tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan kepada-Nya, Dia dipersekutukan dengan sesuatu apapun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat atau dengan seorang nabi yang diutus menjadi rasul. Q72:18.
  3. Bahwa barang siapa mentaati Rasulullah serta mentauhidkan Allah, tidak boleh bersahabat dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun itu keluarga terdekat. Q58:22.
Saudaraku,
Ketahuilah, bahwa Islam yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim adalah ibadah kepada Allah semata dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh umat manusia dan hanya itu sebenarnya mereka diciptakan-Nya. “Dan Aku tidak ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah/mengabdi kepada-Ku” [Q51:56].

Ibadah, dalam ayat di atas, artinya tauhid. Dan perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah untuk Allah semata. Sedangkan larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu menyembah selain Allah disamping menyembah-Nya. “Sembahlah Aku dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya” [Q4:36].

Kemudian, apabila Anda ditanya: Apakah 3 Landasan Utama yang wajib diketahui oleh manusia? Maka hendaklah Anda jawab: Yaitu mengenal Allah Azza wa Jalla; mengenal agama Islam; dan mengenal Nabi Muhammad SAW.


1. MENGENAL ALLAH, ‘AZZA WA JALLA

Apabila Anda ditanya: Siapakah Tuhanmu? Maka katakanlah: Tuhanku adalah Allah, yang telah memelihara diriku dan semesta alam ini dengan segala nikmat yang dikaruniakan-Nya. Dan Dialah sembahanku, tiada sesembahan yang haq selain Dia.

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan Pemelihara semesta alam” [Q1:1]

Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan aku adalah salah satu dari semesta alam ini.

Selanjutnya, jika Anda ditanya: Melalui apa Anda mengenal Tuhan? Maka hendaklah Anda jawab: Melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah: malam, siang, matahari dan bulan. Sedang diantara ciptaan-Nya adalah: tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” [Q41:37].

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit & bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang ngikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan & bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan & memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” [Q7:54].

Tuhan inilah yang haq untuk disembah. Dalilnya Q2:21-22.

Ibnu Katsir mengatakan: “Hanya Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam ibadah.”

Dan macam-macam ibadah yang diperintahkan Allah swt antara lain:

Islam (rukun Islam), iman, ihsan, do’a, khauf (takut), raja’ (pengharapan), tawakkal, raghbah (penuh minat), rahbah (cemas), khusyu’ (tunduk), inabah (kembali kepada-Nya), isti’anah (memohon pertolongan-Nya), isti’adzah (meminta perlindungan-Nya), istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), dzabh (pemyembelihan), nadzar dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah.

Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” [Q72:18]

Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” [Q23:117]

Dalil macam-macam ibadah:
  1. Dalil Do’a: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.’ Sesungguhnya orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina” [Q40:60] dan HR At-Tirmidzi “Do’a adalah sari ibadah.”
  2. Dalil khauf: “…Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang yang beriman.” [Q3:275]
  3. Dalil raja’: “…Untuk itu, barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.” [Q18:110]
  4. Dalil tawakkal: Q5:23 dan “…Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia-lah yang akan mencukupinya…” [Q65:3]
  5. Dalil raghbah, rahbah dan khusyu’: “…Sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam (mengerjakan kebaikan-kebaikan) serta mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh minat (kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami), sedang mereka itu selalu tunduk hanya kepada Kami.” [Q21:90]
  6. Dalil khasy-yah (takut): Q2:150
  7. Dalil inabah: “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu serta berserah-dirilah kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya), sebelum dating adzab kepadamu kemudian kamu tidak dapat tertolong (lagi)” [Q39:54]
  8. Dalil isti’anah: Q1:4 dan HR At-Tirmidzi “Apabila kamu memohon pertolongan, maka memohonlah pertolongan kepada Allah
  9. Dalil isti’adzah: Q113:1 dan Q114:1-2
  10. Dalil istighatsah: Q8:9
  11. Dalil dzabh: Q6:162-163 dan Hadits: “Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena Allah…
  12. Dalil nadzar: Q76:7

2. MENGENAL ISLAM

Islam, adalah berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan akan segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.

Dan agama Islam dalam pengertian tsb mempunyai 3 (tiga) tingkatan, yaitu: islam, iman dan ihsan. Masing-masing tingkatan mempunyai rukun-rukunnya.

Rukun Islam (5)
1. Syahadat (pengakuan dengan hati dan lisan), bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah. Dalil yang berhubungan dengan syahadat: Q3:18, Q43:26-28, Q3:64 dan Q9:128.

Syahadat “Laa ilaaha illallaah” mengandung dua unsur: menolak dan menetapkan; menolak segala sesembahan selain Allah dan menetapkan bahwa penyembahan itu hanya untuk Allah semata, tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam penyembahan Allah, sebagaimana tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu dalam kekuasaan-Nya.

Syahadat “Muhammad rasulullaah” berarti mentaati apa yang diperintahkannya, membenarkan apa yang diberitakannya, menjauhi apa yang dilarang serta dicegahnya, dan menyembah Allah hanya dengan cara yang disyariatkannya.

2. Mendirikan Shalat. Adapun dalil shalat dan zakat serta tafsiran tauhidnya: Q98:5.
3. Zakat.
4. Shiyam (puasa). Dalilnya: Q2:183
5. Haji. Dalilnya: Q3:97

Rukun Iman
Iman itu lebih dari 70 (tujuh puluh) cabang. Cabang yang paling tinggi adalah Syahadat “laa illaaha illallaah”, sedangkan cabang iman yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu adalah salah satu dari cabang Iman.

Rukun Iman ada 6:
  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada para Malaikat-Nya
  3. Iman kepada Kitab-kitab-Nya
  4. Iman kepada para Rasul-Nya
  5. Iman kepada hari Akhirat
  6. Iman kepada qadar*) yang baik maupun yang buruk.
Dalil dari rukun iman: Q2:177 dan Q54:49

*)Qadar; takdir: ketentuan Allah. Yaitu iman bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini adalah diketahui, dicatat, dikehendaki dan dijadikan oleh Allah SWT.

Rukun Ihsan
Ihsan rukunnya hanya satu, yaitu: Beribadah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Dalilnya: Q16:128, Q26:217-220, Q10:61 dan Hadist yang diriwayatkan oleh Muslim dan Al Bukhari.


3. MENGENAL NABI MUHAMMAD SAW

Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdullah, bin ‘Abdul Muthalib, bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab adalah termasuk keturunan Nabi Isma’il, putra Nabi Ibrahim alaihisallam. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam.

Tempat asal beliau adalah Makkah. Beliau berumur 63 tahun; diantaranya 40 tahun sebelum beliau menjadi nabi dan 23 tahun sebagai nabi serta rasul.

Beliau diangkat sebagai nabi dengan ‘Iqra’ dan diangkat sebagai rasul dengan surat ‘Al Mudatstsir’.

Beliau diutus Allah untuk menyampaikan peringatan menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid. seperti dalam dalil Q74:1-7: “Wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu sampaikanlah peringatan. Agungkanlah Tuhanmu. Sucikanlah pakaianmu. Tinggalkanlah berhala-berhala itu. Dan janganlah kamu memberi, sedang kamu menginginkan balasan yang lebih banyak. Seta bersabarlah untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu”.

Beliaupun melaksanakan perintah ini (mengajak kepada tauhid) dengan tekun dan gigih selama 10 tahun. Setelah 10 (sepuluh) tahun, beliau di-mi’raj-kan (diangkat naik) ke atas langit dan disyariatkan kepada beliau shalat 5 waktu. Beliau melakukan shalat di Makkah selama 3 tahun. Kemudian sesudah itu beliau diperintahkan untuk berhijrah ke Madinah.

Hijrah pengertiannya adalah pindah dari lingkungan syirik ke lingkungan Islami.

Hijrah ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan umat Islam. Dan kewajiban tsb hukumnya tetap berlaku sampai hari Kiamat. Adapun dalilnya: Q4:97-99, Q29:56 dan HR Ahmad: “Hijrah tetap akan berlangsung selama pintu taubat belum ditutup, sedang pintu taubat tidak akan ditutup sebelum matahari terbit dari barat”.

Setelah Nabi Muhammad menetap di Madinah, disyariatkan kepada beliau zakat, puasa, haji, adzan, jihad, amar ma’ruf & nahi mungkar serta syariat-syariat Islam lainnya.

Beliau pun melaksanakan untuk menyampaikan hal ini dengan tekun dan gigih selama 10 (sepuluh) tahun. Setelah itu beliau wafat, sedang agamanya tetap dalam keadaan lestari.

Inilah agama (din) yang beliau bawa: Tiada suatu kebaikan yang tidak beliau tunjukkan kepada umatnya dan tiada suatu keburukan yang tidak beliau peringatkan kepada umatnya supaya dijauhi. Kebaikan yang beliau tunjukkan adalah tauhid serta segala yang dicintai dan diridhai Allah, sedang keburukan yang beliau peringatkan supaya dijauhi adalah syirik serta segala yang dibenci dan tidak disenangi Allah.

Nabi Muhammad SAW diutus Allah kepada seluruh umat manusia, dan diwajibkan kepada seluruh jin dan manusia untuk mentaatinya. “Katakanlah… Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semua” [Q7:158].

Dan melalui beliau, Allah telah menyempurnakan agama-Nya untuk kita. “…Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu dan Aku lengkapkan kepadamu nikmat-Ku serta Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagimu” [Q5:3].

Adapun dalil yang menunjukan bahwa beliau juga wafat adalah: “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati (pula). Kemudian, sesungguhnya kamu nanti pada hari Kiamat berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu” [Q39:30-31].

Manusia sesudah mati, mereka nanti akan dibangkitkan kembali. “Berasal dari tanahlah kamu telah Kami jadikan dan kepadanya kamu Kami kembaliakan serta darinya kamu akan Kami bangkitkan sekali lagi.” [Q20:55] serta Q71:17-18.

Setelah manusia dibangkitkan, mereka akan dihisab dan diberi balasan sesuai dengan amal perbuatan mereka, Q53:31. Barang siapa yang tidak mengimani kebangkitan ini, maka dia adalah kafir, Q64:7.

Allah telah mengutus semua rasul sebagai penyampai khabar gembira dan pemberi peringatan, “(Kami telah mengutus) rasul-rasul menjadi penyampai khabar gembira dan pemberi peringatan, supaya tiada lagi suatu alasan bagi manusia membantah Allah setelah (diutusnya) para rasul itu…” [Q4:165].

Rasul pertama adalah Nabi Nuh AS dan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad SAW, serta beliaulah penutup para nabi. Q4:163.

Dan Allah telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul, mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad, dengan memerintahkan mereka untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang mereka beribadah kepada thaghut*), Q16:36. Dengan demikian, Allah telah mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya supaya bersikap kafir kepada thaghut dan hanya beriman dan bertaqwa kepada-Nya.

*)Thaghut: setiap yang diperlakukan manusia secara melampaui batas (yang telah ditentukan Allah), seperti dengan disembah, atau diikuti, atau dipatuhi. (Ibnu Al Qayyim)

Thaghut banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada 5 (lima):
  1. Iblis, yang telah dilaknat Allah
  2. Orang yang disembah, sedang dia sendiri rela
  3. Orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya
  4. Orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib
  5. Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan hukum yang telah ditetapkan Allah.
Tiada paksaan dalam (memeluk) agama ini.Sungguh telah jelas kebenaran dari kesesatan. Maka barang-siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia benar-benar telah berpegang teguh dengan tali yang terkuat, yang tidak akan terputus tali itu. Dan Allah Maha Mendengan lagi Maha Mengetahui.” [Q2:256].

Ingkar kepada semua thaghut dan iman kepada Allah saja, sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas adalah hakekat syahadat “Laa illaaha illallaah

Pokok persoalan (agama) adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat sedang ujung tulang punggungnya adalah jihad fi sabilillah” [HR At Thabarani & At Tirmidzi].

Hanya Allah-lah Yang Maha Tahu, Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kepada keluarga dan para sahabatnya serta kepada para pengikutnya hingga akhir zaman.


Unduh artikel ini, klik di sini!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar