24.1.12

Khalifah adalah Pengganti…

Kotretan...


((Mengapa Dinosaurus Punah? )
Dan karena Kau Maha Pencipta serta Maha Berkehendak...

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang pengganti (khaliifah) di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al Baqarah, 30)

Kata khaliifah yang berasal dari kata khalif dan jamaknya adalah khulafa atau khalaif dalam kamus al Munawwir berarti pengganti.

Untuk mendapatkan gambaran tentang makna khaliifah dapat kita telusuri dengan pemahaman dan penafsiran dari ayat-ayat berikut ini:
  • Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (khulafa) -yang berkuasa- sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (Q7.69)
  • Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (khulafa) -yang berkuasa- sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (Q7.74)
  • Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (khalaaif) –mereka- di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (Q10.13-14)
  • Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu (yastakhlif) dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain. (Q6.133)
  • Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya (wakhtilaaf) malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q3.190-191)

Para ahli tafsir sepakat bahwa maksud kata khaliifah pada Q2.30 adalah Adam as. Selain Adam as, Daud as juga disebut dalam Quran sebagai khaliifah (Q38.26) keduanya diberi kepercayaan dan amanah untuk memimpin dan mengelola bumi. Namun dalam perjalanan hidupnya digambarkan Quran keduanya pernah tergelincir tetapi diampuni Allah subhanahu wa ta'ala.

Adam as ketika akan dijadikan khalifah, malaikat menyangkal perlunya seorang khalifah di bumi karena sudah ada mereka (para malaikat) yang selalu bertasbih dan memuji Allah serta mensucikannya, sedangkan khalifah mempunyai potensi untuk membuat kerusakan di bumi dan selalu menumpahkan darah. Potensi inilah yang diperhatikan malaikat. Kemudian Allah mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak dapat diketahui sama sekali oleh Malaikat mengenai khalifah itu yaitu inisiatif...


Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir mengenai QS Al Baqarah, ayat 30 (Q2.30)...

Allah subhanahu wa ta'ala memberitahukan ihwal pemberian karunia kepada Bani Adam dan penghormatan kepada mereka dengan membicarakan mereka di al-Mala’ul A’la, sebelum mereka diadakan. Maka Allah berfirman, ”Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat.” Maksudnya, hai Muhammad, ceritakanlah hal itu kepada kaummu. ”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Yakni, suatu kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi, sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, ”Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi.” (Q35.39)
Maka kata khaliifah dalam Q2.30 menurut tafsir Ibnu Katsir berarti pengganti.
Adapun dengan kalimat ”Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah...” Seolah-olah Allah memberitahukan kepada para malaikat bahwa apabila di bumi ada makhluk, maka mereka akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana. Perkataan malaikat ini bukanlah sebagai bantahan kepada Allah sebagaimana diduga orang, karena malaikat disifati Allah sebagai makhluk yang tidak dapat menanyakan apa pun yang tidak diizinkan-Nya.

Ibnu Jarir berkata, ''Sebagian ulama mengatakan, 'Sesungguhnya malaikat mengatakan hal seperti itu, karena Allah mengizinkan mereka (para Malaikat) untuk bertanya ihwal hal itu setelah diberitahukan kepada mereka bahwa khalifah itu terdiri atas keturunan Adam'. Mereka berkata, ''Mengapa Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan padanya?'' Sesungguhnya mereka bermaksud mengatakan bahwa di antara keturunan Adam itu ada yang melakukan kerusakan. Pertanyaan itu bersifat meminta informasi dan mencari tahu ihwal hikmah. Maka Allah berfirman sebagai jawaban atas mereka, Allah berkata, ''Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui,'' yakni Aku (Allah) mengetahui kemaslahatan yang baik dalam penciptaan spesies yang suka melakukan kerusakan seperti yang kamu sebutkan, dan kemaslahatan itu tidak kamu ketahui, karena Aku akan menjadikan di antara mereka para nabi, rasul, orang-orang saleh, dan para wali."

Ulama lain menafsirkan ayat di atas dengan 'menjadikan sebagai khaliifah bagi makhluk sebelumnya' yang terdiri atas jin atau makhluk lain yang mungkin berada di muka bumi yang ada sebelum spesies manusia.


Musnah & BINASA…
(Karena Kau Maha Pencipta dan Berkehendak)

Q6.6. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. 
Q19.74. Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap di pandang mata.
Q19.98. Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?
Q36.31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. 
Q38.3. Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.
Q50.36. Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? 
Q20.128. Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Lihat juga: Q32.26.

Karena  Kezaliman…

Q8.54. (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim.
Q10.13. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.  Lihat juga: Q7.101. 
Q21.11. Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang teIah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).
Q22.45. Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi...

Q27.51. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. 
Q28.58.-59 Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada di diami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebahagian kecil. Dan Kami adalah Pewaris(nya). Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.

Kaum Hud, Luth, Nuh, 'Aad, Tsamud, Madyan dll…

Q9.70. Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. 
Kaum Tsamud
Q69.5. Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.
Q53.51. ...Dan kaum Tsamud, maka tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup).
Q11.68. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.
Q11.100-101. Itu adalah sebahagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.
Q17.17. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.
Q26.139. Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.  Lihat juga: Q11.117-119.

Q30.8-10. Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya. Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.
Q26.208.Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;


"I am tottaly in charge of my Games..."
Strategy Games.
Suatu Ketentuan (Kehendak)…

Q47.4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.


Q14.19-20. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru, dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah. Lihat juga: Q4.133 & Q35.16.
Q15.4. Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.
Q17.58. Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).
Q54.49-53. Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.

Berserahlah..! Inilah Jalan Keselamatan
Q55.26. Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

Q28.43. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.

Q28.88. Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.


Karena itulah alam semesta diciptakan serta para nabi dan rasul diutus-Nya... hanya untuk menegakkan kalimat Laa ilaha illa Allah...


Dan karena "
...Aku tidak menciptakan JIN & MANUSIA melainkan supaya mereka mengabdi /beribadah /menyembah kepada-Ku" (QS Adz Dzaariyaat 56)


Ayat-ayat Renungan:
... Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu." Q34.41
Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)." Q30.42 

Wallahu'alamu

Baca juga:
Bangsa-bangsa yang Telah Musnah | Kartun: SpongeBob | Hikmah Agung dibalik Kecanggihan TeknologiWhy am I on this earth? | Unsur Cahaya, Api, Tanah & Air dalam Penciptaan | Umur Bumi Sepertiga Umur Langit | Keajaiban Quran | Mengenal Jin (Makhluk Cerdas Selain Manusia) | Jejak Iblis |

6.1.12

Jadilah yang sedikit..!

As seen on TVs
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)*. [Q6.116]
*Seperti menghalalkan apa-apa yang telah diharamkan Allah dan mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah; menyatakan bahwa Allah mempunyai anak…


It's Clear...
Sudah menjadi sunnatullah, umat Islam terpecah menjadi 73 golongan, sebagaimana sebelumnya umat Yahudi dan Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh golongan lebih.

"... Dan demi Dzat Yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan akan masuk surga dan 72 lainnya (mampir dulu) ke neraka.” Rasulullah ditanya: “Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Al Jama’ah." (HR Ibnu Majah)

"... dan umatku akan terpecah-belah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk (dulu) ke neraka, kecuali satu golongan.” Para sahabat bertanya: “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Siapapun yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku ada padanya." (HR Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Ibnu Mas'ud meriwayatkan: "Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam membuat garis dengan tangannya lalu bersabda, 'Ini jalan Allah yang lurus'. Lalu beliau membuat garis-garis di kanan-kirinya, kemudian bersabda, 'Ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya'. Selanjutnya beliau membaca (Al-An'am 153), 'Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa.'" (HR Ahmad dan Nasa'i)
  • "... Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku (Iblis) sesatkan keturunannya (Adam as), kecuali sebahagian kecil." [Q17.62]
  • Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. [Q43.36]
  • “Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja). Tetapi Allah akan menguji kalian terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlombalah berbuat kebajikan.” [Q5.48]
Wallahu'alamu
http://think-essential.blogspot.com/2007/10/jadilah-yg-sedikit.html

__oOo__


FILTERISASI...
(hanya sebuah ilustrasi)


Keterangan:
A. "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)". (Q6.116)

B. Di akhir zaman, setelah datangnya kebenaran dari Allah ta'ala kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam sebagai penutup para Nabi dan Rasul... "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..." (Q3.19); "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". (Q3.85); "...maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (Q2.132).
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Tidaklah mendengar tentangku (diutusnya aku) seorangpun dari umat ini, baik ia seorang Yahudi maupun Nashrani, kemudian ia mati dan belum beriman dengan apa yang aku bawa (Syari’at Islam) melainkan ia termasuk penghuni neraka.” (HR Muslim)
C. Sudah menjadi sunnatullah, umat Islam terpecah menjadi 73 golongan, sebagaimana sebelumnya umat Yahudi dan Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh golongan lebih... "...Dan demi Dzat Yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan akan masuk surga dan 72 lainnya (mampir dulu) ke neraka.” Rasulullah ditanya: “Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Al Jama’ah." (HR Ibnu Majah); "... dan umatku akan terpecah-belah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk (dulu) ke neraka, kecuali satu golongan.” Para sahabat bertanya: “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Siapapun yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku ada padanya." (HR Abu Dawud & At-Tirmidzi).
Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan". Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang enggan (untuk masuk surga)?”. Beliau menjawab, “Barang siapa yang taat padaku maka ia akan masuk surga, dan barang siapa yang tidak mentaatiku berarti ia telah enggan (untuk masuk surga)”. (HR Bukhari)
D. Ibnu Mas'ud meriwayatkan: "Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam membuat garis dengan tangannya lalu bersabda, 'Ini jalan Allah yang lurus'. Lalu beliau membuat garis-garis di kanan-kirinya, kemudian bersabda, 'Ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya'. Selanjutnya beliau membaca (Al-An'am 153), 'Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa.'" (HR Ahmad dan Nasa'i)

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka." (Q15.39-40) dan lihat juga QS Shaad 82-83!

... Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku (Iblis) sesatkan keturunannya (Adam as), kecuali sebahagian kecil." (Q17.62)


Kesimpulan?
Golongan yang SEDIKIT di akhir zaman ini adalah...
  • Mereka yang ber-ittiba' kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dan para sahabatnya.
  • Para mukhlishin yaitu mereka yang selalu meng-ikhlash-kan (memurnikan) segala bentuk peribadatan kepada Allah ta'ala dari segala bentuk atau unsur kebid'ahan dan kesyirikan.
  • Mereka yang berjama'ah (hanya dalam kemurnian; tidak terikat oleh daerah/kelompok/golongan/organisasi/aliran dst dan berdakwah hanya mengajak kepada Allah & Rasul-Nya -bukan kepada suatu individu/kelompok/golongan/aliran tertentu). [“Dari Abu Darda’ radhiallaahu anhu, ia berkata,‘Aku mendengar Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, ‘Tidaklah berkumpul tiga orang, baik di suatu desa maupun di dusun, kemudian di sana tidak dilaksanakan shalat berjama’ah, terkecuali syetan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kamu senantiasa bersama jama’ah, karena sesungguhnya serigala hanya akan memangsa domba yang jauh terpisah (dari rombongannya)’.” (HR Ahmad, Abu Daud, An-Nasai dan lainnya, hadits hasan)]
Golongan yang MURNI dan MENYATU, atau dengan kata lain Golongan yang Bersatu (Berintegrasi) dalam Kemurnian Al Islam.

2 Pertanyaan?
  1. Apakah golongan yang sedikit ini adalah 1 golongan dari 73 golongan yang akan selamat (al firqah an-najiyah) yang akan langsung masuk ke dalam syurga Allah ta'ala tanpa "mampir dulu" ke neraka-Nya?
  2. Dan siapakah golongan yang kebanyakan?
 
Wallahu 'alam
Ya Muqallibal qulub tsabbit qalbi ‘ala diinik, Ya Musharrifal qulub sharrif qalbi ila thaa’atik.
Laa haula wa laa quwwata illa billah...


"Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara..." (Q49.10)

...Q32.13!